Dalam ilmu politik, paham Institusionalisme mempelajari struktur dan fungsi lembaga-lembaga politik seperti parlemen, partai politik, dan sistem pemilihan. Analisis Institusionalisme politik membantu kita memahami bagaimana kekuasaan diperebutkan, dijalankan, dan diawasi dalam sebuah negara.
Dalam sosiologi, Institusionalisme menyoroti peran lembaga-lembaga sosial seperti keluarga, sekolah, dan media massa dalam membentuk identitas dan perilaku individu serta dinamika sosial dalam masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, paham Institusionalisme membantu kita memahami bagaimana sistem pendidikan membentuk pola pikir, nilai, dan keterampilan individu. Analisis Institusionalisme pendidikan memperhatikan peran guru, kurikulum, dan struktur organisasi sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.
Dalam bidang budaya, Institusionalisme mempelajari peran lembaga-lembaga seperti agama, seni, dan media dalam membentuk nilai-nilai, norma, dan praktik budaya dalam masyarakat.
Meskipun memiliki kontribusi yang signifikan dalam memahami dinamika sosial, paham Institusionalisme juga mendapat kritik. Beberapa kritikus menyoroti bahwa pendekatan ini cenderung mengabaikan peran individu dalam membentuk lembaga-lembaga sosial, serta kurang memperhatikan faktor-faktor seperti budaya, ideologi, dan struktur kekuasaan yang melintasi institusi-institusi tersebut.
