Peserta Membludak, Olimpiade Matematika se-Madura Tembus 560 Pelajar

Admin
Potret technical meeting pelaksanaan OKARA (Olimpiade Matematika se-Madura) pada Senin (19/01/2026)
Potret technical meeting pelaksanaan OKARA (Olimpiade Matematika se-Madura) pada Senin (19/01/2026). (Sumber Foto: Istimewa).

Sumenep — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HMP MatrikS) Universitas PGRI Sumenep kembali menunjukkan konsistensinya dalam pengembangan pendidikan dengan menggelar OKARA (Olimpiade Matematika se-Madura).

Memasuki penyelenggaraan ke-8, ajang tahunan ini diikuti oleh ratusan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) dari berbagai daerah di Madura.

OKARA sepenuhnya digagas dan dikelola oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Mulai dari tahap perencanaan, penyusunan sistem lomba, hingga pelaksanaan teknis kegiatan, seluruh proses melibatkan mahasiswa secara aktif.

Untuk jenjang SD, panitia menerapkan inovasi dengan membagi peserta ke dalam Level A (kelas 1–3) dan Level B (kelas 4–6). Kebijakan ini dilakukan guna menciptakan kompetisi yang lebih adil dan sesuai dengan perkembangan kognitif peserta.

Ketua Umum HMP MatrikS Universitas PGRI Sumenep, Moh. Zainur Rahman, menegaskan bahwa OKARA merupakan program unggulan yang terus dijaga keberlanjutannya hingga tahun ke-8.

“OKARA adalah program tahunan HMP MatrikS yang kami rancang bukan hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai ruang pembinaan akademik bagi siswa sekaligus sarana pembelajaran organisasi bagi mahasiswa,” ujar Zainur Rahman, Selasa (20/01/2026).

Ia menjelaskan, pembagian level pada jenjang SD merupakan respons atas masukan dari peserta dan guru pendamping agar kompetisi berlangsung lebih proporsional.

“Kami ingin OKARA menjadi ajang yang edukatif, adil, dan menyenangkan. Pembagian level ini disesuaikan dengan perkembangan peserta agar mereka bisa berkompetisi secara sehat,” jelasnya.

Antusiasme peserta pada OKARA ke-8 terbilang sangat tinggi. Zainur Rahman mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar melonjak signifikan setelah pelaksanaan technical meeting.

“Target awal kami sekitar 400 peserta. Namun setelah technical meeting, jumlah pendaftar meningkat tajam hingga menembus lebih dari 560 peserta. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan sekolah dan masyarakat terhadap OKARA,” tegasnya.

Pelaksanaan OKARA ke-8 juga mendapat dukungan luas dari internal kampus, mulai dari Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, dosen pembina HMP, Dekan Fakultas, hingga civitas akademika Universitas PGRI Sumenep.

Selain itu, partisipasi sekolah-sekolah se-Madura terlihat dari kehadiran guru pendamping dan siswa sebagai peserta lomba.

Sementara itu, Ketua Pelaksana OKARA ke-8, Nuruddin, mengakui bahwa lonjakan jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.

“Setelah technical meeting, jumlah pendaftar meningkat sangat signifikan. Hal ini tentu menjadi tantangan, terutama dalam pengaturan ruang, waktu, dan teknis pelaksanaan lomba,” kata Nuruddin.

Meski demikian, panitia terus melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan tetap berjalan optimal.

“Kami terus mematangkan persiapan teknis agar OKARA ke-8 dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta,” pungkasnya.