Berikut juga dengan keterangan yang disampaikan oleh Sri Yuliati, yang merupakan anak korban. Dia mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami gangguan dalam penglihatan, serta sering lupa ingatan.
Keluarga korban menganggap kejadian ini sebagai takdir tuhan. Selain itu, pihaknya juga menolak untuk dilakukan autopsi pada korban, dan tidak akan menuntut pihak manapun.
“Pihak keluarga korban menerima dan menyadari bahwa peristiwa meninggalnya Sukarmin Rahman merupakan takdir yang Maha Kuasa, serta pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan juga tidak akan melakukan penuntutan kepada pihak manapun, selanjutnya dibuatkan surat pernyataan,” pungkas AKP Widiarti.