Polisi Ungkap Identitas Mayat Membusuk di Kabupaten Sumenep

Polisi olah TKP penemuan mayat di Jalan Lingkar Barat, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Istimewa).

Sumenep – Insiden penemuan mayat tidak dikenal di lahan kosong, tepatnya Jalan Lingkar Barat, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah mendapat keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Kejadian yang sontak menghebohkan warga setempat serta pengguna jalan ini, berlangsung pada, Sabtu pagi (17/07/2021), sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut keterangan lebih lanjut dari kepolisian, korban adalah Sukarmin Rahman, kelahiran Sumenep, 13 Desember 1954, yang beralamat tinggal di Perumahan Satelit, Jalan Argopuro, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan pada seorang saksi mata. Berdasarkan penjelasannya, saksi mata sedang melintas di Jalan Lingkar Barat, kemudian menjumpai kerumunan orang di tepi utara jalan, atau depan Hotel Purnama.

Pada kerumunan tersebut, ditemukan mayat dalam keadaan membusuk, dan seketika itu pula saksi mata langsung menghubungi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sumenep Kota, untuk melaporkan kejadian.

“Kejadian tersebut berawal pada saat saksi melintas di Jalan Lingkar Barat, kemudian saksi melihat ada kerumunan orang. Lalu saksi menghampiri dan mengetahui telah diketemukan mayat dalam keadaan membusuk. Sehingga dengan adanya temuan tersebut, saksi menghubungi dan melaporkan kejadian ke SPKT Polsek Sumenep Kota,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Sabtu (17/7/2021) sore.

BACA JUGA:  Ketua LIPK Sebut Dana Hibah untuk Koni Melawan Hukum, Begini Tanggapan Humas Koni Sumenep

Selang tidak lama, polisi datang untuk olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), selanjutnya membawa korban ke RSUD Moh. Anwar untuk dievakuasi.

“Korban dievakuasi dan dibawa kekamar jenazah RSUD Moh. Anwar,” sambungnya.

Berikut juga dengan keterangan yang disampaikan oleh Sri Yuliati, yang merupakan anak korban. Dia mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami gangguan dalam penglihatan, serta sering lupa ingatan.

Keluarga korban menganggap kejadian ini sebagai takdir tuhan. Selain itu, pihaknya juga menolak untuk dilakukan autopsi pada korban, dan tidak akan menuntut pihak manapun.

“Pihak keluarga korban menerima dan menyadari bahwa peristiwa meninggalnya Sukarmin Rahman merupakan takdir yang Maha Kuasa, serta pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan juga tidak akan melakukan penuntutan kepada pihak manapun, selanjutnya dibuatkan surat pernyataan,” pungkas AKP Widiarti.

Tinggalkan Balasan