Salah satu produk terkenal dari Bangkalan adalah bebek, misalnya bebek Rumah Makan “Sinjay” yang sangat terkenal. Nasi Bebek Sinjay ini terkenal dengan rasanya yang khas, aromanya yang wangi, teksturnya yang empuk, gurih, dan memiliki cita rasa tersendiri, kemungkinan bisa memiliki konsumen sekitar 1.000 orang per hari. Tidak sedikit para wisatawan yang datang dari luar kota selalu mampir di rumah makan Nasi Bebek Sinjay yang tersedia di Bangkalan. Seiring dengan berkembangnya sentra kuliner nasi bebek di Bangkalan, hal ini dapat menjadi potensi yang luar biasa untuk memanfaatkan limbah tulang bebek menjadi pakan ternak. Apakah bisa?

Penggunaan tulang bebek untuk pakan ternak di luar negeri masih belum dimanfaatkan. Penggunaan tulang bebek hanya terbatas pada tulang bebek yang diperoleh digunakan sebagai sampah organik dan dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk memperbaiki kualitas tanah. Selain itu, menurut hasil penelitian Faza Faidhan, dkk (2016) menyebutkan bahwa tulang bebek dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat arang aktif, yang kemudian dapat digunakan sebagai adsorben dalam pemurnian minyak goreng bekas.
Dalam industri peternakan, pemanfaatan limbah menjadi pakan ternak merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Tulang bebek, yang sering dianggap sebagai limbah, sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai sumber nutrisi, terutama kalsium dan fosfor, yang esensial bagi pertumbuhan dan kesehatan ternak.
Secara umum, teknik pembuatan pakan ternak dari bahan-bahan pakan yaitu dengan cara penggilingan bahan dan pelletisasi. Namun, karena tulang bebek mengandung kolagen sehingga perlu ditambahkan proses dekolagenasi untuk menghilangkan kolagen dan meningkatkan ketersediaan mineral. Proses dekolagenasi dapat dilakukan dengan menggunakan larutan alkali seperti NaOH atau KOH. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya (Noor, dkk, 2012; Intan Mayasaroh, dkk, 2012; Wiwin Winarsih, dkk, 2012), perendaman tulang dalam larutan NaOH atau KOH dapat meningkatkan kandungan kalsium dan fosfor yang tersedia bagi ternak.
Setelah proses dekolagenasi, tulang bebek dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya. Tulang yang sudah kering kemudian digiling menjadi tepung tulang. Tepung tulang inilah yang akan digunakan sebagai bahan dasar pakan ternak. Ukuran partikel tepung tulang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan jenis ternak yang akan diberi pakan. Tepung tulang bebek kemudian dapat dicampur dengan bahan pakan lain seperti jagung, kedelai, atau bahan fermentasi lainnya untuk membuat formulasi pakan ternak yang seimbang. Proporsi pencampuran dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nutrisi spesifik dari jenis ternak yang akan diberi pakan.
Untuk memudahkan pemberian pakan dan meningkatkan kepadatan nutrisi, campuran pakan dapat diproses menjadi pellet. Proses pelletisasi melibatkan pemadatan dan pembentukan campuran pakan menjadi bentuk pellet kecil yang mudah disimpan, diangkut, dan diberikan kepada ternak.
