Sumenep – Kasus campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Selasa (25/08/2025) sore, data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat jumlah kasus sudah mencapai 2.268 pasien.
Untuk menekan penyebaran, pemerintah daerah menggencarkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak massal. Dalam dua hari pelaksanaan, capaian vaksinasi melampaui target harian.
Pada Senin, sebanyak 6.336 anak berhasil divaksin, sementara sehari sebelumnya tercatat 4.850 anak telah menerima imunisasi.
Dengan capaian tersebut, angka vaksinasi sudah melebihi target harian 3.346 anak per hari. Pemerintah menargetkan 95 persen dari total 73.969 anak sasaran, yakni sebanyak 70.271 anak, harus mendapat imunisasi campak.
Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Elya Faradisa, mengapresiasi capaian awal vaksinasi, namun tetap mengingatkan pentingnya percepatan.
“Alhamdulillah, capaian dua hari ini sudah cukup baik. Namun kami tetap mendorong agar target 95 persen segera tercapai demi memutus rantai penyebaran campak,” ujarnya.
Selain vaksinasi, penanganan pasien yang sudah terpapar juga terus dilakukan. Data Dinkes menyebutkan, saat ini ada 12 pasien dirawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar, 5 pasien di RSUD Sumekar, 20 pasien di RSI Kalianget, dan 24 pasien di Puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak menunda membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat. Imunisasi campak, tegas Elya, adalah langkah paling efektif dan aman untuk mencegah penyebaran lebih luas.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak kita dengan mengikuti imunisasi campak,” pungkasnya.
