Wajik: Kudapan Manis Tradisional dengan Sejarah Panjang

Madurapers
Wajik telah ada sejak era Kerajaan Majapahit dan berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur
Wajik telah ada sejak era Kerajaan Majapahit dan berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur (Sumber Foto: Channel YouTube Nengsi Unyu, 2023).

Kombinasi beras ketan, gula aren, dan santan menjadikan panganan ini sebagai kudapan yang tahan lama. Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan keahlian agar teksturnya tetap kenyal dan tidak terlalu keras.

Wajik memiliki banyak variasi rasa yang berkembang seiring waktu. Beberapa daerah menambahkan daun pandan untuk memberikan aroma khas, sementara daerah lain mencampurkan kelapa parut sebagai tambahan cita rasa.

Dalam dunia kuliner modern, wajik mulai mendapat perhatian kembali sebagai bagian dari tren makanan tradisional. Banyak pelaku usaha kuliner memodifikasi wajik dengan berbagai bentuk dan rasa untuk menarik minat generasi muda.

Selain menjadi makanan rumahan, wajik kini juga dijual dalam kemasan modern. Produk ini banyak ditemukan di toko oleh-oleh, pasar tradisional, hingga toko online dengan berbagai varian rasa dan tekstur.

Pemerintah daerah berupaya melestarikan wajik sebagai warisan kuliner Nusantara. Festival kuliner sering memasukkan wajik sebagai salah satu makanan tradisional yang wajib diperkenalkan kepada wisatawan.

Banyak komunitas dan pengrajin kuliner yang terus berinovasi dengan wajik. Mereka menciptakan berbagai kreasi seperti wajik cokelat, wajik durian, hingga wajik dengan cita rasa modern lainnya.

Meskipun banyak makanan modern bermunculan, wajik tetap bertahan sebagai simbol budaya dan kuliner tradisional. Keunikan rasa dan makna filosofis di baliknya menjadikan wajik sebagai salah satu warisan kuliner yang tak lekang oleh waktu.