Sumenep – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Sumenep mulai mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Sumenep menegaskan akan mengawal ketat seluruh tahapan pilkades, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan pemungutan suara.
Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep, Saipur Rahman, menilai pilkades merupakan agenda demokrasi penting di tingkat desa yang harus dipersiapkan secara matang dan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Menurutnya, berbagai aspek perlu dirancang secara komprehensif, mulai dari regulasi, mekanisme teknis pelaksanaan, hingga kesiapan anggaran.
Ia menegaskan, pengawasan sejak tahap awal menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan terhindar dari persoalan di kemudian hari.
“Sebagai pimpinan Komisi I, pasti akan kita kawal,” ujar Saipur, Senin (18/05/2026).
Berdasarkan rencana yang telah disusun, pelaksanaan pilkades di Kabupaten Sumenep akan dibagi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 2027 dan mencakup 246 desa. Sementara gelombang kedua akan digelar pada 2029 dengan jumlah 84 desa.
Komisi I DPRD Sumenep juga berencana memanggil seluruh pihak terkait untuk membahas kesiapan teknis maupun administratif pelaksanaan pilkades.
Salah satu instansi yang akan dilibatkan ialah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep sebagai leading sector penyelenggaraan pilkades.
“Kami akan memanggil seluruh stakeholder terkait, termasuk DPMD, untuk membahas kesiapan menghadapi pilkades ini,” jelasnya.
Saipur berharap, dengan persiapan yang matang, pesta demokrasi desa di Kabupaten Sumenep dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Ia juga berharap pilkades mampu melahirkan kepala desa yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami akan kawal agar pelaksanaan pilkades ini berjalan kondusif, aman, dan lancar,” tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, belum memberikan tanggapan terkait rencana pengawasan tersebut. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon yang biasa digunakan juga belum mendapatkan respons.
