Namun, setelah SIMPEL diimplementasikan, proses pelaporan menjadi jauh lebih efisien. Keunggulan utama dari SIMPEL terletak pada otomatisasi proses pelaporan.
“Perangkat daerah hanya perlu memasukkan data realisasi kinerja dan anggaran, yang langsung terintegrasi dengan sistem. SIMPEL juga berkolaborasi dengan aplikasi SIMELARAFIKA, yang mengelola data anggaran dan realisasi, memperkuat efisiensi pengelolaan data,” jelasnya.
“Fitur otomatisasi yang kami kembangkan memungkinkan perangkat daerah untuk mengolah data tanpa perlu menghitung secara manual, yang tentu mengurangi risiko kesalahan,” tambah Arif.
Selain itu, lanjut Arif, aplikasi berbasis web ini juga memberikan kemudahan akses kapanpun dan di manapun, selama ada koneksi internet.
Tak hanya memudahkan dalam hal administrasi internal, implementasi SIMPEL juga berdampak besar pada transparansi akuntabilitas publik. Data yang dihasilkan dari SIMPEL bisa digunakan untuk berbagai laporan lain, termasuk Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).
“SIMPEL membantu kami dalam memonitor dan mengevaluasi kinerja perangkat daerah secara real-time. Dengan sistem ini, kami bisa memastikan laporan dikirim tepat waktu dan akurat,” ujar Arif.
Dirinya berharap inovasi ini terus berkembang seiring dengan integrasi fitur-fitur baru, termasuk dukungan terhadap implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang memungkinkan masyarakat luas untuk mengakses informasi tersebut.
“Kami ingin SIMPEL dapat mendorong transparansi dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah, serta membantu kami mencapai visi peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintahan,” pungkas Arif.
Dengan penghargaan yang diraih, SIMPEL bukan hanya sekadar aplikasi teknis, tetapi simbol komitmen Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan akuntabel.
