Menurutnya, film dokumenter ini adalah pengingat akan peran penting masyarakat dalam Pemilu dan konsekuensinya terhadap tatanan demokrasi.
Bivitri Susanti, yang juga terlibat dalam pembuatan film ini, berpendapat bahwa tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman publik tentang adanya kecurangan dalam Pemilu 2024. Menurutnya, kecurangan ini tidak boleh diabaikan demi alasan “kelancaran Pemilu”.
Feri Amsari, yang juga turut berperan dalam pembuatan film ini, meyakini bahwa “Dirty Vote” akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang bagaimana politisi memanipulasi pemilih demi kepentingan pribadi mereka.
Diharapkan, melalui pemaparan dalam film ini, masyarakat akan lebih peka terhadap upaya-upaya kecurangan dalam proses demokrasi, serta bersedia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya.
