Hikmah  

Hikmah Idulfitri: Kemenangan Spiritual dan Sosial

Ilustrasi hikmah Idulfitri, kemenangan spiritual dan sosial
Ilustrasi hikmah Idulfitri, kemenangan spiritual dan sosial (Dok. Madurapers, 2025).

Jakarta – Idulfitri menjadi hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Momen ini tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga memiliki hikmah mendalam yang perlu direnungkan.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Miftahul Huda, menjelaskan bahwa Idulfitri secara bahasa bermakna “hari raya berbuka” atau “hari kembali makan” setelah menjalankan puasa Ramadan. Dikutip dari MUIDigital, ia mengatakan, “Atau yang lebih familiar kita kenal dengan istilah hari raya (besar).”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mensyukuri anugerah Allah. Umat Islam yang telah menjalankan puasa dengan penuh keimanan akan dibebaskan dari api neraka dan merayakannya dengan amalan seperti takbir, zakat fitrah, serta shalat Idulfitri.

Idulfitri juga memiliki dimensi sosial yang sangat penting dalam kehidupan umat Muslim. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi, memperbaiki hubungan yang sempat renggang, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Menurut K.H. Miftah, ada tiga hikmah utama dari Idulfitri. Pertama, Idulfitri sebagai syiar agama Islam yang ditunjukkan melalui pelaksanaan shalat Idulfitri. “Ini menunjukkan semangat dan kesatuan dalam menyambut hari kemenangan,” ungkapnya.

Kedua, Idulfitri mencerminkan kebesaran umat Islam yang terlihat dari kebersamaan dalam melaksanakan ibadah. Shalat Idulfitri diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan ibu hamil dan perempuan yang sedang menstruasi yang tetap dianjurkan untuk hadir menyaksikan syiar Islam.

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca