Pendekatan ini dimaksudkan agar rakyat miskin tidak hanya menerima bantuan uang dan sembako, tetapi juga mendapatkan akses ke layanan kesehatan. Tubuh yang sehat akan membuat mereka lebih produktif, anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan di masa depan mereka bisa memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan lebih baik dari orang tua mereka.
Said menyatakan kekhawatirannya tentang tendensi privatisasi dalam penyaluran bansos oleh presiden dan beberapa menteri. Dia menekankan bahwa bansos hanya akan efektif dalam mengurangi kemiskinan jika dikelola oleh birokrasi yang profesional, berintegritas, dan bebas dari campur tangan politik.
Dengan kata lain, kesuksesan program bansos bergantung pada kerja sama antara pemerintah, DPR, dan lembaga terkait, serta pada integritas dan profesionalisme birokrasi dalam pelaksanaannya.
