Mitra Dapur MBG Keluhkan Dana Tersendat di BNI, Operasional SPPG Terhenti

Admin
Kantor BNI Pusat
Kantor BNI Pusat, (Sumber photo: google.com).

Sampang — Operasional sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah mulai tersendat. Sejumlah mitra dapur menuding keterlambatan pencairan dana melalui Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi penyebab utama terhentinya kegiatan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Beberapa pengelola dapur menyatakan dana operasional yang seharusnya masuk ke rekening Virtual Account (VA) SPPG hingga Sabtu (14/3/2026) belum juga cair, meski menurut informasi dari Badan Gizi Nasional dana tersebut sudah disalurkan ke bank penyalur.

Seorang mitra dapur MBG berinisial M di wilayah Pulau Madura mengatakan kepala SPPG telah menghubungi call center Badan Gizi Nasional untuk memastikan posisi dana tersebut. Jawaban yang diterima menyebutkan dana telah berada di BNI.

“Dananya belum masuk, padahal menurut informasi dari BGN dana tersebut sudah ada di BNI. Sejak Jumat, 13 Maret 2026, lebih dari 1×24 jam belum juga cair,” ujar M.

Menurutnya, keterlambatan ini berdampak langsung pada operasional dapur. Sejumlah relawan disebut belum menerima honor, sementara pemasok bahan pangan mulai menagih pembayaran menjelang Hari Raya Idul Fitri.

M juga membandingkan pencairan dana melalui bank lain yang dinilai lebih cepat.

“SPPG yang menggunakan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri dananya sudah cair. Kenapa yang lewat BNI justru sangat lambat,” katanya.

Keluhan serupa datang dari mitra dapur MBG lainnya berinisial RD di Sampang. Ia mengaku terpaksa menghentikan sementara operasional dapur karena dana operasional belum masuk ke rekening SPPG.

“Sementara SPPG milik saya berhenti beroperasi karena dana dari BNI belum cair. Kalau dipaksakan tetap berjalan, siapa yang membayar supplier dan relawan?” ujar RD.

Ia menilai sistem pencairan dana melalui BNI tidak berjalan optimal dan berpotensi mengganggu program nasional yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.

“Menurut saya pelayanan BNI ini tidak beres. Kalau bisa seluruh SPPG dipindahkan saja ke BRI atau Mandiri yang pelayanannya lebih cepat,” katanya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dijalankan melalui dapur-dapur SPPG di berbagai daerah. Ketergantungan operasional pada pencairan dana harian membuat keterlambatan transfer berpotensi langsung menghentikan layanan dapur.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya menghubungi pihak manajemen BNI wilayah Jawa Timur untuk meminta penjelasan mengenai keterlambatan pencairan dana tersebut. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Redaksi juga berencana mendatangi langsung kantor BNI Jawa Timur guna meminta klarifikasi terkait keluhan para mitra dapur MBG.

Penulis: Abd. RosyidEditor: Anaf