Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan di samping pelanggaran, Operasi Zebra Semeru 2024 di Sumenep juga mencatat 16 kasus kecelakaan, dengan korban luka berat 7 orang dan luka ringan 17 orang, meski tidak ada korban meninggal dunia.
“Dibandingkan tahun lalu, angka ini meningkat 23%, di mana tercatat 13 kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia, luka ringan 13 orang, dan kerugian material Rp41.300.000,” katanya menjelaskan.
AKBP Henri menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Sumenep. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk patuh berlalu lintas, khususnya menjelang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sumenep agar situasi tetap kondusif.
“Mari kita patuhi aturan dan hormati sesama pengguna jalan demi keamanan bersama,” pungkasnya.
