“Masak dari tanggal 6 sampai 16 Juli tidak sampai juga ke saya. Sudah berapa hari, alasannya macam-macam mulai dari nomor tidak valid, di luar jam kerja, jadwal ulang pengantaran, dan lain-lain,” keluh Nita.
“Parahnya, tidak ada satu kurir pun yang menelepon saya. Saya telepon balik sesuai nomor yang tertera di platform, tidak ada yang mengangkat. Intinya, pelayanan JNT buruk. Saya kecewa,” tegas wanita yang juga mengajar di SDN Romben Rana, Dungkek.
Jurnalis media ini mencoba menghubungi kurir yang tertera di platform pemesanan. Kurir tersebut bernama Hariyanto, yang bertugas di JNT Express Gapura.
“Kok bisa telepon ke saya, Mas. Kenapa ya,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon pada Senin, 15 Juli 2024.
Hariyanto meminta media untuk mengirimkan resi paket yang dipesan oleh Nita. Percakapan kemudian berlanjut di aplikasi perpesanan.
“Itu dibawa ke titik poin, Mas. Gak ada ya telepon apa? Soalnya kekurangan kurir,” timpalnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak JNT Express Sumenep.
