Lilik menerangkan, ada dua cara yang dilakukan DSDABM dalam menjaga kemantapan jalan di Surabaya, yakni dengan overlay dan tambal sulam.
Untuk proses tambal sulam, biasanya DSDABM menerima laporan dari warga, atau pengguna jalan yang melaporkan melalui akun sosial media Sapa Warga, Call Center 112, termasuk surat laporan laporan yang dikirimkan ke kantor DSDABM secara langsung.
“Bahkan ada juga yang melaporkan kondisi jalan rusak itu melalui akun sosmed kita, kemudian kami kelompokkan untuk pelaksanaanya perlu dilakukan tambal jalan atau overlay. Secepat mungkin 1×24 jam pasti kami selesaikan,” terang Lilik.
Dalam pemeliharaan jalan tambal sulam, DSDABM memiliki 9 grup yang setiap hari menangani penambalan jalan berlubang di Surabaya.
Tidak hanya itu, DSDABM juga memiliki 2 grup yang bertugas untuk membenahi jalan skala besar (overlay).
Di Tahun 2023, lanjut Lilik, akan menambah satu tim overlay untuk mempercepat perbaikan jalan di Kota Pahlawan.
“Jadi di tahun ini kami memiliki total 3 grup overlay yang mengerjakan jalan skala besar, jadi ada penambahan alat berat finisher juga untuk menjaga kemantapan jalan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, untuk menjaga kemantapan jalan di Surabaya terus melakukan respon cepat ketika ada laporan di lapangan.
Baik laporan melalui sosial media maupun berkirim surat secara langsung.
“Kita berharap aduan yang masuk ke kami dapat segera kami atasi, yang paling penting memperbaiki kinerja, durasi pengerjaan dan pengamatan jalan di setia jalan akan terus ditingkatkan agar laporan jalan rusak ke depannya juga semakin sedikit,” pungkasnya. (*)