Tanamkan Jiwa Progresif kepada Peserta PKKMB STKIP PGRI Sumenep

Madurapers
Potret pembukaan PKKMB STKIP PGRI Sumenep yang berlangsung pada Senin (09/09/2024). (Sumber Foto: Istimewa). 

Asmoni juga menegaskan bahwa kegiatan PKKMB di STKIP PGRI Sumenep dipastikan bebas dari tindakan bullying dan kekerasan seksual.

“Kami memastikan bahwa tidak ada tempat untuk bullying dan tindakan asusila dalam kegiatan ini,” tandasnya.

Menanggapi isu terkait adanya oknum tenaga kependidikan di Sumenep yang terlibat dalam tindakan asusila, Asmoni menjelaskan bahwa STKIP PGRI Sumenep terus berkomitmen untuk menjaga integritas dan moralitas di kalangan mahasiswa dan tenaga pendidiknya.

“Sebagai lembaga pendidikan yang mencetak calon guru, kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum yang menekankan pentingnya penilaian karakter,” jelasnya.

Selain itu, STKIP PGRI Sumenep juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sesuai dengan Permendikbudristek No 30 tahun 2021.

“Satgas ini dibentuk sebagai langkah preventif untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual di kampus kami,” tambah Asmoni.

Di akhir sambutannya, Asmoni menegaskan bahwa STKIP PGRI Sumenep akan terus berinovasi dalam upaya mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan riset untuk menghasilkan inovasi baru, demi kontribusi kami dalam membangun Kabupaten Sumenep, terutama di sektor pendidikan,” pungkasnya.