Tingkatkan Skill Tukang Desa, TB Zafir Mulya Gelar Pelatihan Aplikator Baja Ringan

Madurapers
Photo bersama peserta pelatihan dan pemateri di TB. Zafir Mulya
Photo bersama peserta pelatihan dan pemateri di TB. Zafir Mulya, (Doc.Madurapers, 2026).

Dorong Kemandirian Ekonomi Tukang Desa

Selain peningkatan keterampilan teknis, pelatihan ini membawa misi memperkuat kemandirian ekonomi tenaga kerja lokal. Kemampuan menghitung kebutuhan material dan menyusun RAB secara akurat dapat menjadi nilai tambah bagi tukang saat menawarkan jasa kepada masyarakat.

Dengan bekal keterampilan yang lebih terukur, mereka diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas peluang usaha di sektor konstruksi.

TB Zafir Mulya juga menempatkan pengakuan kompetensi sebagai salah satu sasaran pengembangan. Fasilitasi sertifikasi profesional diharapkan dapat membuka peluang bagi tukang desa untuk memperoleh pengakuan atas keterampilan yang dimiliki dan bersaing dalam proyek dengan skala lebih besar.

Namun, sertifikasi tetap memerlukan proses penilaian kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pelatihan menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih profesional.

Toko Bangunan (TB) Zafir Mulya, yang terletak di Dusun Sombernangah, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, (Doc.Madurapers, 2026).

Kualitas Konstruksi Harus Jadi Prioritas

Penggunaan baja ringan dalam konstruksi atap membutuhkan perencanaan dan pemasangan yang tepat. Kualitas material saja tidak cukup apabila pekerjaan di lapangan mengabaikan spesifikasi teknis, sambungan, jarak rangka, serta kondisi bangunan.

Karena itu, peningkatan kompetensi aplikator menjadi bagian penting dalam mendorong konstruksi yang aman dan berkualitas. Pemasangan harus mengikuti petunjuk teknis pabrikan dan mempertimbangkan kondisi bangunan serta beban yang bekerja pada struktur.

Melalui kolaborasi dengan PT RIMA dan PT Kepuh Kencana Arum, TB Zafir Mulya berharap pelatihan tersebut dapat memperluas pengetahuan para tukang di Desa Tlagah dan sekitarnya mengenai teknologi baja ringan.

Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari penerapan keterampilan di lapangan. Tukang yang semakin terampil, penggunaan material yang lebih efisien, dan konstruksi yang memenuhi standar keselamatan menjadi hasil yang perlu terus didorong.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan masyarakat terhadap konstruksi modern dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.