Sampang — Upaya meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi di tingkat desa mulai dilakukan melalui pelatihan aplikator baja ringan. Toko Bangunan (TB) Zafir Mulya di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, berkolaborasi dengan PT RIMA selaku distributor material bangunan di Jawa Timur dan PT Kepuh Kencana Arum melalui produk VIVO Lite baja ringan, menggelar pelatihan bagi para tukang bangunan.
Kegiatan tersebut berlangsung di TB Zafir Mulya pada Jumat (23/10/2026), turut dihadiri oleh Daniel Nurtha Paloby, Sales Marketing, Taufiq, AM Sampang – Bangkalan, David, Teknikal Marketing, Yanuar Anang, Marketing Vivo Lite, Dingij Prapanca, SPV Trainer dan puluhan peserta dari unsur tukang.
Pelatihan ini diarahkan untuk membekali para tukang dengan keterampilan konstruksi modern yang mengutamakan ketepatan perhitungan, efisiensi material, serta keamanan pemasangan.
CEO TB Zafir Mulya, H. Mahrus Arifin, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan tukang bangunan desa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi konstruksi.
Menurutnya, peralihan dari metode konstruksi konvensional menuju penggunaan baja ringan perlu disertai pemahaman teknis yang memadai. Dengan demikian, tukang tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan, tetapi juga mampu bekerja berdasarkan perhitungan dan spesifikasi teknis yang tepat.
“Visi kami adalah mewujudkan tukang bangunan desa yang profesional, bersertifikasi, dan mandiri dalam menguasai teknologi baja ringan guna mendukung pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” demikian arah visi pelatihan yang disampaikan pihak TB Zafir Mulya.

Bukan Sekadar Memasang, Tukang Harus Menguasai Perhitungan
Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan merakit dan memasang baja ringan. Peserta juga diarahkan memahami teknik pemotongan, perakitan, serta pemasangan sesuai spesifikasi teknis produk dan prinsip keselamatan serta kesehatan kerja (K3).
Ketepatan perhitungan menjadi salah satu fokus utama. Dalam pekerjaan konstruksi, metode yang hanya mengandalkan perkiraan berisiko menimbulkan pemborosan material dan kesalahan pemasangan.
Karena itu, pemahaman mengenai ukuran, jarak pemasangan, kebutuhan bahan, dan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) menjadi bekal penting bagi para tukang.
Melalui keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pekerjaan sekaligus menekan sisa material yang tidak terpakai. Efisiensi ini berpotensi membantu tukang maupun pemilik bangunan mengendalikan biaya konstruksi.
