Kabupaten Mojokerto berada di posisi lima dalam daftar UMK Gerbangkertosusila. Dengan selisih Rp105.727 dari Sidoarjo, UMK di daerah ini masih tergolong tinggi dibandingkan daerah lain.
Kabupaten Lamongan memiliki UMK yang jauh lebih rendah dibandingkan Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo. Selisih UMK antara Lamongan dan Mojokerto mencapai Rp1.843.862 atau sekitar 61,9 persen.
UMK Bangkalan menjadi yang paling rendah di kawasan metropolitan ini. Jika dibandingkan dengan Lamongan, Bangkalan memiliki selisih UMK sebesar Rp614.614 atau sekitar 79,6 persen dari UMK Lamongan.
Peningkatan UMK setiap tahun selalu menjadi perhatian pekerja dan pengusaha. Ketimpangan UMK di Gerbangkertosusila menunjukkan perbedaan tingkat ekonomi dan industri di masing-masing daerah.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pemerataan ekonomi di kawasan metropolitan ini. Dengan demikian, kesejahteraan pekerja dapat lebih merata di seluruh wilayah Gerbangkertosusila.
