Catatan Pengawasan Bawaslu terhadap PSU Kuala Lumpur

Madurapers
Pengawasan Bawaslu RI terhadap pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia
Pengawasan Bawaslu RI terhadap pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia (Sumber foto: Bawaslu RI, 2024).

Selain itu, terdapat sejumlah catatan lain yang perlu diperhatikan. Mulai dari keterlambatan pembukaan TPS, tidak adanya pembacaan sumpah pada pembukaan TPS, hingga ketidaksesuaian data pemilih di TPS. Keterbatasan personil di bagian pendaftaran juga menjadi hambatan dalam memastikan akurasi data pemilih.

Lolly, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menekankan pentingnya sentral informasi untuk memastikan berbagai kejadian intimidasi dapat diatasi dengan baik. Sehingga, berbagai kejadian intimidasi tersebut bisa dikelola secara efektif, dan tindakan yang tepat dapat diambil.

Dalam kesimpulannya, meski PSU di Kuala Lumpur berjalan lancar, namun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki. Mulai dari peningkatan partisipasi pemilih, peningkatan pengawasan terhadap pelanggaran, hingga peningkatan koordinasi antarinstansi terkait.

Hal ini menjadi tantangan bagi Bawaslu dan penyelenggara pemilu untuk terus memperbaiki sistem demi terwujudnya pemilu yang transparan dan demokratis di masa mendatang.