Budaya  

Mudik Lebaran: Tradisi Pulang Kampung yang Sarat Makna

Mudik lebaran di kampung halaman adalah tradisi masyarakat yang sangat menyenangkan
Mudik lebaran di kampung halaman adalah tradisi masyarakat yang sangat menyenangkan (Dok. Madurapers, 2025).

Mudik, Fuad (2016) menjelaskan, tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga memiliki pengaruh psikologis yang mendalam. Perjalanan mudik memberikan rasa keterikatan emosional dan memperkuat hubungan dengan keluarga serta komunitas asal.

Banyak orang merasa bahagia dan puas setelah mudik. Meski perjalanan ini melelahkan, perasaan bahagia bertemu keluarga menjadikannya pengalaman yang berharga.

Dari sisi ekonomi, mudik juga memberikan dampak besar terhadap sektor transportasi dan pariwisata. Pergerakan jutaan orang selama musim mudik menciptakan lonjakan permintaan terhadap berbagai layanan, termasuk transportasi dan akomodasi.

Namun, Handoyo et al (2021) menjelaskan, mudik juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kemacetan lalu lintas dan risiko kecelakaan. Pemerintah pun berupaya mengatasi permasalahan ini dengan menyiapkan berbagai kebijakan untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar.

Meski menghadapi berbagai rintangan, menurut Oktavio dan Indrianto (2019), tradisi mudik tetap bertahan dan terus berkembang. Setiap tahun, jutaan orang tetap berusaha pulang kampung untuk merayakan kebersamaan bersama keluarga.

Mudik Lebaran bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga simbol identitas budaya dan kebersamaan bangsa. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca