Pengguna tidak dikenakan biaya transaksi saat menggunakan QRIS TAP, sementara merchant tertentu mendapat skema Merchant Discount Rate (MDR) 0%. “Hal ini mendukung Asta Cita dalam penyediaan infrastruktur transportasi murah bagi masyarakat,” kata Perry Warjiyo.
QRIS TAP diharapkan mempercepat digitalisasi transaksi serta meningkatkan kenyamanan pengguna layanan transportasi. Menteri Dudy menambahkan, “Optimalisasi QRIS TAP harus tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.”
Bank Indonesia berkomitmen memperluas penggunaan QRIS TAP dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah juga terus mendorong inovasi sistem pembayaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.
Inovasi ini menjadi bagian dari navigasi BSPI 2030 yang menekankan digitalisasi sistem pembayaran. Dengan QRIS TAP, masyarakat dapat menikmati layanan transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
