Area parkir bus juga diperluas hingga 4.158 meter persegi. Lokasi parkir ini terhubung langsung dengan terminal kedatangan untuk kemudahan akses jemaah.
Peresmian terminal menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap pelayanan publik berbasis nilai keagamaan. Terminal ini juga mendukung agenda strategis nasional dalam sistem transportasi.
Kehadiran Wamenkeu menunjukkan sinergi antar kementerian dalam mendukung program pelayanan haji. Kementerian Keuangan mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur keagamaan.
Baca Juga: Pemerintah Evaluasi Kawasan Tambang Raja Ampat: Keputusan Pencabutan Izin Dapat Apresiasi
Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F diharapkan menjadi model pelayanan ibadah berskala internasional. Pemerintah terus berupaya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
