Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini menuturkan, selayaknya PB PMII merespon layangan surat dari PC PMII Surabaya dan menggagalkan pelantikan atas nama Ahmad Jauhar Fikri ini karena dianggap bukan kader PMII dan bertentangan dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART).
“Saya sebagai kader PMII Surabaya, merasa tersinggung dengan kejadian ini. PB PMII sudah mencoreng PMII Surabaya, ini pukulan telak untuk kami,” kata Salam.
“Kalau memang Ketum PB PMII berani melanggar AD/RT dan PO maka dengan dasar apa sahabat Abe membawa organisasi?,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Salam mengungkapkan, yang lebih mengejutkan dengan masuknya kader Surabaya Selatan ini ada indikasi permainan politik dari salah satu partai. Hal itu terbukti dengan track record (rekam dan jejak) Ahmad Jauhar Fikri dalam memperoleh kedudukan itu.
“Ini ada indikasi partai politik yang merusak kaderisasi di tubuh PMII,”ungkapnya.
