Jutaan Uang Arisan Online di Sumenep Dibawa Kabur Anggota, Pihak Keluarga Tidak Siap Tanggung Jawab

Madurapers
Ilustrasi

“Pelaku ini ikut lebih dari 20 grup dengan nama yang berbeda. Cuma di nama itu, belakangnya dikasih tanda huruf (U). Nah, huruf U itu adalah Ulfa,” jelasnya.

Akibat dari tindakan yang dilakukan Ulfa itu, maka LS harus menanggung beban untuk membayar kekosongan tersebut pada anggota yang lain. Sebab menurut LS, hal itu adalah tanggung jawab seorang admin atau koordinator.

“Ini sudah aturan, kalau admin wajib menalangi anggota yang tidak bayar atau kabur. Iya kalau pelaku ini pasti merasa aman karena sudah ngena arisan yang besar, tapi yang dirugikan adalah saya sebagai admin,” ujarnya.

Guna memberikan pelajaran serta efek jera bagi seluruh anggota arisan yang tidak bertanggung jawab, maka LS akan menyeret kasus ini pada ranah hukum, dengan harapan cepat terselesaikan.

“Saya mau laporkan kasus ini ke polisi. Saya maunya ada efek jera, makanya mau saya seret ke ranah hukum. Secepatnya akan saya proses, dan akan mengundang pengacara,” ucapnya dengan nada kesal.

Sebelum berinisiatif untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum, LS juga sempat mencoba selesaikan masalah ini dengan sistem kekeluargaan. Akan tetapi pihak keluarga pelaku tidak bersedia tanggung jawab, dengan alasan tidak tahu menahu soal arisan tersebut.

“Sebenarnya saya sudah mencoba menyelesaikan dengan cara kekeluargaan. Tapi pihak keluarganya sudah angkat tangan, dengan alasan tidak tahu ke arisannya,” pungkas LS.