Umum  

Bupati Sumenep Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Admin
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. (Sumber Foto: Istimewa)

“Utamakan keselamatan. Bila cuaca tidak memungkinkan, lebih baik tunda perjalanan demi keamanan bersama,” pungkasnya.

Informasi tambahan, berdasarkan informasi BMKG melalui laman resminya, menyebutkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi pada periode akhir tahun didominasi oleh hujan ekstrem, angin kencang, petir merusak, hujan es, hingga jarak pandang terbatas yang dapat mengganggu sektor penerbangan dan pelayaran.

BMKG memprediksi bahwa pada minggu kedua Desember hingga awal Januari, Indonesia memasuki fase aktif Monsoon Asia, yang diperkuat anomali atmosfer seperti Madden Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, Rossby Equator, seruak dingin Siberia, serta kemungkinan munculnya bibit siklon tropis di sejumlah wilayah.

Beberapa daerah yang rentan pembentukan bibit siklon antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa-Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan dan Papua Tengah.

BMKG menegaskan bahwa meskipun Indonesia umumnya tidak berada di jalur siklon tropis, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut. Contohnya, Siklon Senyar yang sebelumnya menyebabkan kerusakan luas dengan hujan ekstrem di Aceh.

Untuk periode 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, BMKG memproyeksikan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi (300–500 mm/bulan) di kawasan Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.