14 Putra Madura Bersinar di Yaman, Wisuda Al-Ahgaff Jadi Panggung Prestasi Internasional

Admin
14 putra Madura yang lulus di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman
14 putra Madura yang lulus di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, (Foto: Muhammad Iqbal Abrori/Mahasiswa Yaman).

Yaman – Momentum wisuda ke-27 Fakultas Syariat dan Hukum Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, pada Kamis (16/4/2026), menjadi panggung kebanggaan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya 14 putra terbaik asal Madura yang turut mengukir prestasi di kancah internasional.

Prosesi wisuda yang digelar di Aula Mahsun sekitar pukul 18.30 waktu setempat berlangsung khidmat dan penuh haru.

Sebanyak 211 wisudawan mengikuti prosesi tersebut, disaksikan sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari civitas academica, wali mahasiswa, serta undangan dari berbagai lembaga pendidikan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan maulid bersama di masjid kampus sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum memasuki prosesi puncak.

Para wisudawan kemudian berarak menuju aula, menandai perjalanan panjang akademik yang telah mereka tempuh selama kurang lebih lima tahun.

Di antara ratusan lulusan tersebut, 14 mahasiswa asal Madura tampil menonjol. Mereka tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan di salah satu kampus Islam terkemuka di Yaman, tetapi juga membawa nama daerahnya ke panggung global.

Adapun 14 putra Madura tersebut berasal dari berbagai kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dari jumlah itu, 11 mahasiswa menempuh jurusan syariat, sementara tiga lainnya memilih jurusan sunnah.

Berikut nama-nama 14 putra Madura yang lulus di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman:

  1. Ahmad Ar-Rifa’i asal Galis, Bangkalan.
  2. Ahmad Kaffaby asal Kwanyar, Bangkalan.
  3. Ainur Rofik asal Pejagan, Bangkalan.
  4. Dhiya’ul Haq asal Kwanyar, Bangkalan.
  5. Muayyad asal Geger, Bangkalan.
  6. Muhammad Junaidi asal Kramat, Bangkalan.
  7. Muhammad Naufal asal Klampis, Bangkalan.
  8. Asyroful Waro asal Tambangan, Sampang.
  9. Muadzin asal Banyuates, Sampang.
  10. Muhammad Ridho asal Ketapang, Sampang.
  11. Sultan Ahmad Faisol asal Tambelangan, Sampang.
  12. Abdul Haq asal Proppo, Pamekasan.
  13. Ahmad Saifi Ar-Rozi asal Bugih, Pamekasan.
  14. Mizan Maulana Ahmad asal Prenduan, Sumenep.

Prestasi mereka semakin mengilap dengan capaian individu yang mencuri perhatian. Ahmad Kaffaby dan Mizan Maulana Ahmad berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Ainur Rofik tidak hanya menyelesaikan hafalan 30 juz, tetapi juga meraih predikat cum laude. Sementara itu, Muadzin turut mengukir prestasi dengan predikat cum laude.

Ainur Rofik, salah satu wisudawan berprestasi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. Ia menekankan pentingnya keteguhan niat dan doa dalam menempuh pendidikan.

“Semua ini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT dan doa orang tua, para guru, serta sahabat. Kunci utama adalah kemauan dan istiqamah,” ujarnya.

Ia juga membagikan prinsip hidup yang menjadi pegangan selama menempuh pendidikan, salah satunya nasihat gurunya: “Jika tidak mampu, berarti tidak ada kemauan.”

Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi pemantik semangat untuk bertahan di tengah kerasnya sistem pendidikan di Al-Ahgaff.

Universitas Al-Ahgaff sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki disiplin tinggi dan standar akademik ketat. Tidak sedikit mahasiswa yang gagal menyelesaikan studi karena beratnya kurikulum dan ujian yang harus dilalui.

Keberhasilan 14 mahasiswa asal Madura ini pun menjadi bukti bahwa ketekunan dan dedikasi mampu menembus batas geografis dan tantangan akademik.

Mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Madura, untuk terus mengejar pendidikan hingga ke tingkat internasional.

Wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa perjuangan panjang yang ditempuh dengan kesabaran dan konsistensi akan berbuah hasil yang membanggakan.