Politisi Fraksi Partai Demokrat itu khawatir, jika tidak dibarengi oleh kesiapan perguruan tinggi, maka generasi muda masa depan akan cenderung tidak tangguh menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Apalagi pada masa tersebut, dunia akademis dan dunia industri juga dituntut untuk saling berkolaborasi. Maka, menurutnya, penting mengawasi pengelolaan perguruan tinggi.
“Kalau kita lihat revolusi industri 4.0, yang dibutuhkan adalah kompetensi. Yang nanti survive, bisa dari yang sisi akademik, bisa dari sisi kompetensi.
Kita juga bingung riset seperti apa yang dilaksanakan BRIN. Pertanyaan besarnya, sudahkah riset-riset akademik digunakan oleh negara?” Pungkasnya. (*)
