Namun, Juli 2024 membawa kabar baik dengan penurunan inflasi ke 1,97 persen dan IHK 105,04, menunjukkan respons cepat pasar terhadap lonjakan harga sebelumnya. Masyarakat tampak mulai menyesuaikan pola konsumsi, sementara penurunan permintaan pasca-libur sekolah membantu meredam tekanan harga.
Agustus 2024 mempertahankan stabilitas inflasi di angka 1,98 persen dengan IHK sebesar 105,08, sejalan dengan kebijakan moneter dan fiskal yang berhasil menjaga keseimbangan harga. Pergerakan inflasi yang stabil ini memberikan sinyal positif bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam merencanakan aktivitas ekonomi.
September 2024 mencatat penurunan inflasi ke level 1,70 persen dengan IHK 104,97, yang menandai tren menurun di semester kedua tahun ini. Penurunan ini memperlihatkan efektivitas pengendalian harga, terutama di sektor pangan dan energi, yang sering menjadi pendorong utama inflasi di Jakarta.
Pada Oktober 2024, inflasi terus turun menjadi 1,58 persen dengan IHK 105,00, memperkuat keyakinan akan stabilitas harga menjelang akhir tahun. Angka ini mencerminkan pengendalian harga yang efektif, terutama menjelang musim libur akhir tahun, yang biasanya memicu kenaikan permintaan barang dan jasa.
November 2024 mempertahankan inflasi di angka 1,58 persen dengan IHK 105,30, mengindikasikan stabilitas harga yang berlanjut. Konsistensi angka inflasi ini memperlihatkan bagaimana kebijakan ekonomi yang tepat dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga yang fluktuatif.
Akhirnya, pada Desember 2024, inflasi mencapai titik terendah sepanjang tahun di angka 1,48 persen dengan IHK sebesar 105,69. Penurunan ini menunjukkan keberhasilan Jakarta dalam menjaga stabilitas harga di tengah periode belanja akhir tahun, yang biasanya cenderung mendorong inflasi. Dengan capaian ini, Jakarta berhasil menutup tahun 2024 dengan inflasi yang terkendali dan stabil.
