Araghchi juga mengungkap bahwa serangan militer Israel terhadap Iran terjadi di tengah proses negosiasi dengan Amerika Serikat. “Agresi ini terjadi dengan kolaborasi dan dukungan AS, yang kemudian melakukan agresi militernya sendiri terhadap fasilitas nuklir damai Iran,” tambahnya.
Menurut Araghchi, langkah AS tersebut merupakan serangan langsung terhadap hukum internasional dan mencederai semangat non-proliferasi. “Agresi AS terhadap fasilitas nuklir damai Iran adalah pengkhianatan terhadap diplomasi dan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap supremasi hukum, hukum internasional, dan rezim non-proliferasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Lamola menyatakan belasungkawa kepada Iran atas insiden tersebut dan menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan Israel. Ia menegaskan komitmen Afrika Selatan untuk memperjuangkan penegakan rezim non-proliferasi dan mendukung dialog internasional demi menjaga perdamaian.
Kedua menteri sepakat mengecam pelanggaran HAM berat yang dilakukan Israel di Gaza. Mereka juga menyerukan tindakan tegas dari masyarakat internasional terhadap genosida dan kekejaman yang dialami warga Palestina.
