“Bapak Presiden seharusnya fokus pada upaya memecahkan beberapa problem nasional yang sedang terjadi, seperti wacana penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, kenaikan BBM jenis pertamax, minyak goreng, dan lainnya, “tukasnya.
Demikian juga hal serupa disampaikan M. Nadir Fatihil Haq, Ketua Umum PC PMII Sampang. Menurut Nadir, Presiden punya tugas yang lebih penting, yaitu menindak lanjuti tuntutan mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Presiden tidak perlu kunker ke Madura, Sumenep, karena Presiden punya tugas yang lebih penting dan urgen untuk diselesaikan, yakni tuntutan mahasiswa, “paparnya.
Kholil, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Bangkalan, bahkan mencurigai bahwa kunker Presiden ini merupakan bagian dari upaya memuluskan tujuan Presiden terkait perpanjangan masa jabatannya.
“Kami curiga kedatangan Presiden ke Sumenep, Madura, dengan dalih Kunker ini bagian dari konsolidasi terselubung untuk memuluskan perpanjangan masa jabatan Presiden, “ungkapnya.
Moh. Lutfi, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Pamekasan juga menyampaikan demikian. Menurutnya, meskipun terdapat statemen Presiden tidak ada perpanjangan jabatan Presiden, namun Lutfi tetap curiga sebab tidak ada pernyataan resmi lembaga legislatif negara.
“Kami curiga, bahwa kedatangan Presiden ke Pulau Garam ada kaitannya dengan memuluskan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden, karena sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari DPR RI, “jelasnya.
