seperti rumpun bambu
dan bergesekan ke penjuru
Dua jam sekian menit
ocehan jauh akan usai
mata bertanda gusar
dan detak denyut meradang
sekian lama seberapa detik
dan persidangan akan berhujung
“menjadi kiai kurang cukup
sebagian harus berbentuk iblis.
semakin tagihan bertambah
kemenangan tambah mudah”
Jamaah
Tak ada yang lebih bahagia
dari rabusta.
menjelang fajar berlalu
calon istana yang menunggu giliran gugur,
ia menerima pesan pemilu
“kalah adalah ujian paling ringan
sebab kekalahan akan membuatmu tetap dekat
dengan angkringan”
Biografi Penulis
Moh Ridlwan: ber-KTP Kokop, Bangkalan. Juga berstatus mahasiswa S2 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan telah menerbitkan satu buah buku puisi Di Balik Kaca (2017). Sebagian opininya terpublis di www.ridlwan.com. IG: mohridlwann.
