Puisi  

Puisi-Puisi Moh. Ridlwan

Madurapers
Ilustration by madurapers

seperti rumpun bambu

dan bergesekan ke penjuru

 

Dua jam sekian menit

ocehan jauh akan usai

mata bertanda gusar

dan detak denyut meradang

 

sekian lama seberapa detik

dan persidangan akan berhujung

“menjadi kiai kurang cukup

sebagian harus berbentuk iblis.

semakin tagihan bertambah

kemenangan tambah mudah”

 

 

Jamaah

 

Tak ada yang lebih bahagia

dari rabusta.

menjelang fajar berlalu

calon istana yang menunggu giliran gugur,

ia menerima pesan pemilu

“kalah adalah ujian paling ringan

sebab kekalahan akan membuatmu tetap dekat

dengan angkringan”

 

 

Biografi Penulis

Moh Ridlwan: ber-KTP Kokop, Bangkalan. Juga berstatus mahasiswa S2 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan telah menerbitkan satu buah buku puisi Di Balik Kaca (2017). Sebagian opininya terpublis di www.ridlwan.com. IG: mohridlwann.