Surabaya– Seorang pria berinisial M ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Jalan Pragoto, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi.
Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan dengan luka serius akibat senjata tajam di tubuhnya.
Kapolsek Simokerto, Zainur Rofiq, mengatakan penemuan korban bermula dari laporan warga yang curiga melihat kondisi korban. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di Jalan Pragoto nomor 37 dalam kondisi meninggal dunia dengan bersimbah darah,” ujar Zainur saat dikonfirmasi.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan adanya luka parah di bagian dada dan kepala korban. Luka tersebut diduga akibat sabetan atau tusukan senjata tajam.
“Di dada ada luka akibat benda tajam, kemudian juga terdapat luka di kepala. Untuk detailnya masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Polisi menduga korban tidak diserang oleh satu orang. Berdasarkan informasi awal, pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Informasi sementara, pelaku lebih dari dua orang. Tim sudah kami turunkan untuk melakukan pencarian,” tegasnya.
Kasus ini diduga berkaitan dengan persoalan pribadi. Dari keterangan keluarga, korban dan terduga pelaku memiliki hubungan kekerabatan dan sempat berada di satu lokasi sebelum kejadian.
“Korban dan terduga pelaku masih memiliki hubungan saudara. Sebelumnya sempat bersama di rumah kerabat,” ungkap Zainur.
Selain itu, motif asmara juga mencuat dalam penyelidikan awal. Polisi menerima informasi adanya dugaan konflik personal yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, meskipun masih dalam pendalaman.
“Ada dugaan motif asmara, namun masih kami dalami,” tambahnya.
Peristiwa tragis ini diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Polisi saat ini tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
“Ada beberapa rekaman CCTV yang sudah kami cek, namun masih perlu pendalaman,” ujarnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk dilakukan autopsi. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian dan sepatu milik korban.
Hingga kini, penyelidikan terus dikembangkan. Polisi telah memeriksa sedikitnya dua hingga tiga saksi dan membuka kemungkinan adanya aksi pengeroyokan dalam kasus pembunuhan tersebut.
