Mantan aktivis PMII Sumenep ini menyatakan bahwa acara ini sengaja mengundang berbagai lapisan masyarakat, khususnya para ibu, agar proyek sekolah parenting di kecamatan dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Sayang sekali, Ibu Nia tidak bisa hadir. Padahal, sekolah parenting ini sangat penting untuk berbagi ilmu yang dapat ditularkan kepada orang lain,” lanjutnya.
Meski demikian, Hodaifah berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di lain waktu. Ibu dua anak ini yakin bahwa pendidikan parenting perlu disebarkan kepada semua ibu hebat di kabupaten yang dikenal dengan lambang kuda terbang.
“Anak usia dini ibarat kertas yang harus kita isi dengan tulisan yang baik dan benar. Oleh karena itu, penting memberikan edukasi kepada orang tua,” pungkasnya.
