Penyaluran kredit pada November 2024 mencatat pertumbuhan stabil di level 10,1% (yoy). Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh positif 1,1% (yoy), setelah bulan sebelumnya sempat terkontraksi sebesar 0,1% (yoy).
Namun, aktiva luar negeri bersih menunjukkan perlambatan, hanya tumbuh 1,0% (yoy) dibandingkan 1,6% (yoy) pada Oktober.
Bank Indonesia menegaskan bahwa data kredit yang dimaksud hanya mencakup pinjaman langsung (loans) dan tidak mencakup instrumen keuangan lain seperti surat berharga, tagihan akseptasi, atau tagihan repo.
Selain itu, kata Ramdan, kredit yang dihitung tidak termasuk yang diberikan oleh bank luar negeri maupun yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan pihak asing.
