Hikmah  

Amal Shaleh dalam Islam

Madurapers
Sang ustadz berdoa untuk selalu mendapatkan ridha Allah S.W.T (Dok. Madurapers, 2022).

Artinya, jika amal itu bernuansa ilahi serta orientasinya (tujuannya) untuk mendapatkan ridha Allah S.W.T., dan tunduk atas perintah-Nya, maka amal itu dapat dikatakan sebagai amal shaleh.

Amal shaleh itu berkaitan atau erat kaitannya dengan iman. Tidak sempurna iman jika tidak diikuti dengan amal shaleh. Hal ini dapat dilihat dalam Al-Qur’an, dimana kata iman hampir selalu dipasangkan dengan kata amal shaleh.

Ketentuan itu, contohnya dapat dilihat dalam Al-Qur’an, yang berbunyi: “Dan orang-orang serta beramal shaleh … .” (Q.S. Al Baqarah: 82)

Contoh lain dapat dilihat dalam Al-Qur’an surat Al ‘Ashr: 3, yang berbunyi: “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh … .” Al-Qur’an surat At Tiin: 6, yang berbunyi: “Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh… .”

Balasan untuk orang yang beramal shaleh diantaranya tidak merasa khawatir atas jaminan keselamatan selama hidup di dunia (Q.S. Al Maa’idah: 69). Hal ini karena memproleh jaminan dari Allah S.W.T., berupa: petunjuk (Q.S. Yunus: 9), keberuntungan (Q.S. Al Qashash: 67), rezeki yang baik (Q.S. Al Hajj: 56), kebaikan hidup duniawiyah (Q.S. An Nahl: 122, Al Kahfi: 107, dan Al Hajj: 14), dan kehidupan yang baik (Q.S. Huud: 66).

Oleh karena itu, tunggu apalagi, marilah beramal shaleh! Mari berusaha dan berdoa agar setiap amal dan perbuatan kita semata-mata mengharap keridhaan Allah S.W.T., bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, apalagi pamer.