Bangkalan – Prestasi kebaikan dalam Islam merupakan jalan untuk meraih kebahagiaan. Konsep “prestasi kebaikan” ini dalam Akhlak (moral Islam) disebut dengan amal shaleh (al-a’amal al-‘shalihat).
Secara sederhana amal shaleh dapat diartikan dengan perbuatan atau aktivitas yang baik. Bagaimana pendapat tentang konsep itu menurut ulama dan cendekiawan muslim?
Menurut M. Quraish Shihab adalah amal yang diterima dan dipuji oleh Allah S.W.T. Syekh Muhammad al-Ghazali mengartikan amal shaleh adalah setiap usaha keras yang dikorbankan buat berkhidmat terhadap agama.
Amal shaleh ini merupakan perbuatan yang mendatangkan manfaat pada diri dan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w: “sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
Lawan dari amal shaleh ini adalah amal jahat ( ‘amal su’ atau ‘amal sayyiat) dan perbuatan yang tidak baik. Pengertian dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat (Q.S.) al-Jaatsiyah: 21, Q.S. Ghafir: 40, Q.S. At-Taubah: 101-102, Q.S. An-Nisaa’: 123-124, dan Q.S. Huud: 46.
Tolak ukur amal shaleh tidak hanya mengerjakan ibadah yang menjadi kewajiban, tetapi amal ibadah yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T (qurbatan ilalah).
