Menurut saksi mata, Wadam, yang berprofesi sebagai penjaga menara Mercusuar setinggi 40 meter itu, menjelaskan bahwa korban ditemukan meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan berlumuran darah di kepala.
“Saya mendengar suara yang aneh (orang menangis, red.), setelah itu terdengar bunyi seperti ada orang jatuh. Saya segera berlari keluar dan melihat korban yang sudah tergeletak berlumuran darah dibagian kepala dengan keadaan meninggal,” ungkapnya.
Seketika itu pula, Wadam melaporkan kejadian tersebut pada Kepala Dusun dan pihak Kepolisian setempat. Selanjutnya, korban diantarkan oleh pihak Kepolisian ke rumahnya, di Dusun Cemara, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.
“Saya segera laporkan itu pada Kepala Dusun dan Polisi,” tandasnya.
