Dinilai Menguntungkan Calon Nomor Urut 1, Desain Panggung Pilkades Desa Sepuluh Menuai Protes dari Cakades dan Warga

Foto Lokasi Desain Panggung Cakades Pilkades Desa Sepulu

Bangkalan– Panggung Pilkades Desa Sepuluh Kabupaten Bangkalan yang didesain oleh P2KD menuai protes dari Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 2, 3 dan 4 dan warga, Jumat (30/04/2021).

Pasalnya, desain yang dipilih P2KD dinilai menguntungkan Cakades nomor urut 1. Menurut Fauzan selaku calon kepala desa nomor urut 2 sekaligus mewakili nomor urut 3 dan 4, menyepakati supaya desain yang sudah diatur dirubah.

Ia juga mengungkapkan bahwa ini jelas sangat menguntungkan calon petahana nomor 1 (satu). Hal ini karena ketika pemilih mencoblos ke TPS hanya calon nomor 1 yang terlihat oleh pemilih. Calon lain, nomor 2, 3, dan 4 tidak terlihat sama pemilih. Jika begitu, jelas menguntungkan calon nomor 1.

“Kami nomor urut 2, 3 dan 4 sepakat agar desainnya dirubah sesuai persepakatan calon dan masyarakat, saya lihat ini adalah settingan dari P2KD dan P2KD tidak netral dengan semua ini, settingan P2KD agar calon lain tidak dilihat oleh pemilih, nanti ketika mencoblos itu hanya calon nomor urut 1 yang kelihatan ,” Jumat, (29/4/2021).

BACA JUGA:  DKC Garda Bangsa Bangkalan Resmi Dilantik, ini Komitmen Dedy Yusuf

“Kami menggugat agar desainnya diubah ke arah selatan karena pemilih/pencoblos itu datangnya dari sebelah selatan, kalau dari selatan semua calon akan terlihat bukan hanya calon nomor 1 saja,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, P2KD Desa Sepuluh, Ismael, saat di konfirmasi lewat telepon seluler oleh awak Madurapers, dirinya mengatakan, “Desain panggung itu sudah disepakati oleh semua calon mas, formulir kesepakatannya sudah ada dari semua calon, dan semua ini langkah kami sesuai dengan undang-undang dan penuh dengan netralitas kinerja P2KD.” 

Turut menanggapi isu tersebut, Abdul Aziz,  Sekretaris Fraksi Amanat Golongan Karya DPRD Bangkalan, berharap agar Pilkades Desa Sepulu terlaksana dengan baik dan P2KD tetap menjaga netralitas dan profesionalitasnya, agar demokratis di desa Sepuluh kecamatan Sepulu berjalan dengan baik tanpa indikasi memihak.

“Saya harap semua calon tidak tumpang tindih dalam demokrasi ini dan kepada P2KD agar tetap menjaga netralitas dan profesionalitasnya agar demokrasi di desa Sepuluh berjalan dengan baik tanpa ada indikasi memihak,” ungkapnya kepada Madurapers (30/04/2021).

BACA JUGA:  Himahisya UTM Gelar Penutupan Lomba Nasional, Begini Harapannya

Tinggalkan Balasan