Tidak hanya pihak kampus yang terus mendorong mahasiswa agar melakukan vaksinasi, akan tetapi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep turut memberikan imbauan serupa.
Hal demikian diakui oleh Nur Hayat selaku Ketua BEM kampus setempat,”Kita mengusahakan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep untuk melakukan vaksinasi agar dapat melangsungkan tatap muka secara keseluruhan. Sebab jika vaksinasi mahasiswa masih minim maka ini akan memicu kemungkinan penyebaran Covid-19 dengan mudah.”
“Sejauh ini pihak kampus memang memasrahkan kelangsungan vaksinasi ini kepada BEM, maka dari itu kami mengusahakan agar seluruh mahasiswa dapat melakukan vaksinasi,” timpalnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi, mengatakan bahwa vaksinasi yang berlangsung hari ini tidak hanya di STKIP PGRI Sumenep, akan tetapi juga berlangsung di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep.
“Hari ini hampir di semua kecamatan melaksanakan vaksinasi, bukan hanya di STKIP PGRI Sumenep, akan tetapi di semua tempat melangsungkan vaksinasi secara simultan,” jelasnya.
Sekalipun vaksinasi di Kabupaten Sumenep sampai saat ini terus masif dilakukan, namun capaian nya masih diakui minim oleh Edy. Data terbaru capaian vaksinasi di Sumenep masih di angka 13.2 %, sementara target untuk mencapai standar minimal herd immunity adalah 70 %.
“Sementara ini, capaiannya masih rendah, makanya kita mengusahakan pemuda untuk melakukan vaksinasi. Capaiannya masih 13,2 %, sementara target herd immunity minimal harus 70 persen, jadi harus mencapai sekitar 700 ribu vaksin untuk sampai 70 %,” pungkasnya.
