Kinerja Khofifah-Emil Dipertanyakan Pendukungnya

H. Subhan Mantan ketua tim pemenangan Khofifah-Emil kabupaten Bangkalan.

Bangkalan – Mantan ketua Tim Relawan Khofifah-Emil Kabupaten Bangkalan, H. Subhan Efendi, kecewa dengan kinerja Gubernur Jawa Timur.

Pihaknya menyebutkan, bahwa janji gubernur hanya sebatas wacana. Dirinya mengaku di masa kampanye semua yang dijanjikan, tapi sepertinya tidak ada perubahan secara signifikan dari sebelumnya kinerja Gubernur Jatim selama memimpin Jawa Timur.

“Saya pribadi selaku mantan ketua tim pemenangan Khofifah-Emil Kabupaten Bangkalan merasa malu sendiri dengan berbagai pertanyaan masyarakat. Mereka managih janji-janji kampanye, menurut mereka tak ada yang signifikan yang dirasakan oleh masyarakat Bangkalan khususnya, saya rasa kinerjanya masih seperti yang sebelumnya belum ada yang signifikan,” ungkap pria asal Modung itu saat di konfirmasi lewat telepon seluler oleh awak media Madurapers, Selasa, (3/8/2021)

Lebih lanjut, polemik berawal dari banyaknya pertanyaan dari anggota tim relawan terutama koordinator relawan di masing-masing kecamatan di Bangkalan.

“Polemik berawal dari pertanyaan para anggota tim relawan, terutama yang ada di kecamatan, atas komitmen ibu gubernur. Mereka kecewa karena program dan kebijakan gubernur di Bangkalan belum jelas.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Bangkalan: RKPD 2023 Ideal Sinkron dengan RPJMD 2018-2023

“Saya sendiri selaku mantan ketua tim kabupaten bingung, karena memang tidak pernah dilibatkan dan diajak komunikasi atau membantu sosialisasi program kerja ibu gubernur,” lanjutnya.

“Saya paham betul beban relawan Khofifah-Emil di bawah memang berat, karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Mereka kebingungan saat ditanyakan realisasi program atau janji kampanye ibu gubernur dulu,” ucap pria kelahiran Bangkalan itu.

Dirinya, menilai selama kepemimpinan Khofifah-Emil di Jawa Timur tidak ada peningkatan kinerja. Bahkan, menurutnya tak ada kemajuan yang menonjol selama kepemimpinannya di Jawa Timur.

“Saya rasa Khofifah-Emil hanya mampu berwacana di kampanye dan lupa merealisasikannya,” keluhnya, sembari menutup pembicaraan.

Tinggalkan Balasan