Genom (bahan genetik) mengkode 29 protein (komponen dan produk virus) yang mengakibatkan proses infeksi, replikasi (pembentukan), dan perakitan virion (virus dengan partikel lengkap). Ciri SARS-CoV-2 di permukaannya terdapat seperti mahkota. Protein spike (protein berbentuk seperti paku-paku yang menancap di permukaan) dari SARS-CoV-2 mengandung receptor binding domain (domain pengikat reseptor) yang mengikat angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) manusia.
Hal ini yang mendorong fusi membran dan penyerapan virus ke dalam sel manusia melalui endositosis (transpor makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk vesikula baru dari membrane plasma). Receptor binding domain (RBD) yang ada dalam protein lonjokan adalah wilayah yang paling bervariasi dari genom virus corona.
Artinya, virus dapat memasuki ke dalam sel dengan dua cara, yaitu melalui endosome (kompartemen terikat membran yang berasal dari membran plasma karena proses endositosis) dan fusi membran plasma dengan ACE2 (enzim pengubah angiotensin [kelompok hormon yang terlihat pada regulasi tekanan darah]) sebagai reseptornya (molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar). Begitu masuk dalam sel, RNA (asam ribonukleat) virus dilepaskan dan poliprotein diterjemahkan.
Gejala dan tanda awal pasien terkena Covid-19 seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, mialgia, dispenea, hilangnya rasa dan bau, mual, muntah, dan diare. Tingkat keparahan penyakit ini tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kesehatan manusia. Tingkat resiko tertinggi terkena infeksi virus ini, terutama pada manusia yang punya penyakit hipertensi, diabetes, dan ginjal.
Covid-19 ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia lainnya. Medianya melalui droplet, pernafasan, kontak dekat dengan pasien yang sakit, dan kontak fekal-oral (masuk ke mulut melalui benda, makanan, dan minuman), aerosol (partikel zat yang ada di udara/gas), dan udara.
Cara menghadapi virus tersebut paling efektif adalah tidak terpapar Covid-19. Hal ini karena sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar efektif. Oleh karena itu pencegahan tertular virus ini sangat direkomendasikan. Namun, ketika tertular virus ini penanganannya harus tepat.
Pencegahan dan penanganan virus tersebut yang direkomendasikan pemerintah adalah 5M dan 3T. 5M adalah: (1) memakai masker, (2) mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, (3) menjaga jarak, (4) menjauhi kerumunan, dan (5) membatasi mobilisasi dan interaksi. 3T adalah: (1) testing (pengujian)), (2) tracing (pelacakan), dan (3) treatment (tindakan pengobatan/perawatan terhadap orang yang terpapar virus Covid-19).
