Budaya  

Melihat Sejarah Sosial Covid-19

Ilustrasi

Bangkalan – Covid-19 menjadi pagebluk (pandemi) di Indonesia, termasuk Madura, sejak triwulan pertama tahun 2020. Hingga memasuki triwulan ketiga (pertengahan) tahun 2021 pagebluk ini belum ada tanda-tanda kapan redanya. Bahkan, semakin mengganas dengan jumlah kasus per tanggal 4 Juli 2021 di Indonesia mencapai 2.284.084 kasus dan di Madura mencapai 8.649 kasus.

Covid-19 adalah singkatan dari Coronavirus Disease 2019. Virus ini mempengaruhi dan menginfeksi manusia pertama kali di provinsi Hubei negara China pada 17 November 2019. Empat bulan kemudian, yakni pada 11 Maret 2020 WHO (World Health Organization) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi karena kecepatan dan skala penularan penyakit yang disebabkan virus ini pada manusia di dunia.

Pandemi Covid-19 dimulai di kota Wuhan, provinsi Hubei, China pada 26 Februari 2020. Covid-19 ini awalnya ditetapkan sebagai 2019-nCoV kemudian oleh International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV, Komite Internasional untuk Taksonomi Virus) dinamakan sindrom pernafasan akut parah Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Penamaan ini berdasarkan pada pengurutan genom (genome) virus yang secara genetik terkait dengan wabah virus corona yang menyebabkan wabah SARS (severe acute respiratory syndrome) tahun 2003.

Asal dan sumber SARS-CoV-2 masih belum diketahui secara pasti, meski kasusnya berawal dari pasar makanan laut China selatan, Huanan, yang menjual hewan seperti ular, burung, kalelawar, dan hewan lainnya. Sebagian penelitian menyatakan sumber SARS-CoV-2 berasal dari kalelawar dan sebagian lagi menyebutkan inangnya dari hewan trenggiling.

BACA JUGA:  Budaya Paling Unik di Dunia

Hewan mana yang benar menjadi inang SARS-CoV-2, masih dalam perdebatan para ilmuan. Meski demikian, penularan penyakit pernafasan akut parah yang disebabkan SARS-CoV-2 dari manusia ke manusia tetap terbukti empirik.

Faktanya ditemukan oleh delegasi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) di kota Wuhan China. Delegasi WHO ketika berkunjung ke kota Wuhan China pada 22 Januari 2020 menemukan SARS-CoV-2 menular dari manusia ke manusia lain. Wabah ini kemudian menyebar ke seluruh di dunia, termasuk ke Indonesia (termasuk Madura).

SARS-CoV-2 termasuk dalam sub kelompok virus beta dari keluarga Coronaviridae. SARS-CoV-2 merupakan virus terselebung yang mengandung RNA (ribonucleic acid) untaian tunggal sense-positif dengan ukuran 29.891 basa.

Genom (bahan genetik) mengkode 29 protein (komponen dan produk virus) yang mengakibatkan proses infeksi, replikasi (pembentukan), dan perakitan virion (virus dengan partikel lengkap). Ciri SARS-CoV-2 di permukaannya terdapat seperti mahkota. Protein spike (protein berbentuk seperti paku-paku yang menancap di permukaan) dari SARS-CoV-2 mengandung receptor binding domain (domain pengikat reseptor) yang mengikat angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) manusia.

BACA JUGA:  Potret Pengangguran di Pamekasan 2021

Hal ini yang mendorong fusi membran dan penyerapan virus ke dalam sel manusia melalui endositosis (transpor makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk vesikula baru dari membrane plasma). Receptor binding domain (RBD) yang ada dalam protein lonjokan adalah wilayah yang paling bervariasi dari genom virus corona.

Artinya, virus dapat memasuki ke dalam sel dengan dua cara, yaitu melalui endosome (kompartemen terikat membran yang berasal dari membran plasma karena proses endositosis) dan fusi membran plasma dengan ACE2 (enzim pengubah angiotensin [kelompok hormon yang terlihat pada regulasi tekanan darah]) sebagai reseptornya (molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar). Begitu masuk dalam sel, RNA (asam ribonukleat) virus dilepaskan dan poliprotein diterjemahkan.

Gejala dan tanda awal pasien terkena Covid-19 seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, mialgia, dispenea, hilangnya rasa dan bau, mual, muntah, dan diare. Tingkat keparahan penyakit ini tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kesehatan manusia. Tingkat resiko tertinggi terkena infeksi virus ini, terutama pada manusia yang punya penyakit hipertensi, diabetes, dan ginjal.

Covid-19 ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia lainnya. Medianya melalui droplet, pernafasan, kontak dekat dengan pasien yang sakit, dan kontak fekal-oral (masuk ke mulut melalui benda, makanan, dan minuman), aerosol (partikel zat yang ada di udara/gas), dan udara.

BACA JUGA:  Rekonstruksi Bentuk Rumah Adat Madura

Cara menghadapi virus tersebut paling efektif adalah tidak terpapar Covid-19. Hal ini karena sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar efektif. Oleh karena itu pencegahan tertular virus ini sangat direkomendasikan. Namun, ketika tertular virus ini penanganannya harus tepat.

Pencegahan dan penanganan virus tersebut yang direkomendasikan pemerintah adalah 5M dan 3T. 5M adalah: (1) memakai masker, (2) mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, (3) menjaga jarak, (4) menjauhi kerumunan, dan (5) membatasi mobilisasi dan interaksi. 3T adalah: (1) testing (pengujian)), (2) tracing (pelacakan), dan (3) treatment (tindakan pengobatan/perawatan terhadap orang yang terpapar virus Covid-19).

Tinggalkan Balasan