Selanjutnya Yuni menjelaskan “Saat ini memang tidak sedikit pemuda-pemudi lebih memilih usaha atau profesi lain yang lebih menjanjikan dan bergengsi. Alhasil, para perajin batik yang masih bertahan adalah mereka yang usianya sudah tidak muda lagi,” ujar salah satu pengrajin batik asal Pamekasan, Sri Wahyuni Fatmawati.
Sementara intan novia, pelajar kelas 2 SD saat mengikuti kegiatan membatik bersama teman-temannya, dirinya merasa senang. Bahkan, anak umur 9 tahun ini juga mempunyai keinginan untuk menjadi pengusaha batik seperti yang dilakoni pengrajin tersebut.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan membatik ini bersama teman-teman. Kalau sudah besar saya juga pengen jadi pengusaha batik,” tutupnya saat mengikuti latihan membatik dalam momen Hari Batik Nasional.
Penulis : Arifin
Editor: Ady
