Pemkab Bangkalan Hentikan KBM Tatap Muka Secara Universal, Sampai Saat Ini Belum Ada Kejelasan

Kasi SMK dan SMA Nahtim M. dinas pendidikan kabupaten Bangkalan

Bangkalan, Madurapers.com Pemerintah kabupaten Bangkalan, menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara universal di Bangkalan.

Awalnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) sempat dilaksanakan tatap muka, mulai dari sekolah dasar (SD) sekolah menengah pertama (SMP) sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK). Namun, akibat maraknya Covid-19, pemerintah kabupaten (Pemkab) menghentikan sekolah secara offline.

Hal itu disampaikan oleh Kasi SMK dan SMA Kabupaten Bangkalan, Nahtim M, bahwa sempat menerapkan KBM tatap muka, tetapi hanya diperkenankan masuk 50%  orang  siswa. Kemudian, ada surat edaran dari Bupati Bangkalan tanggal 22 Februari berkenaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro agar tidak melaksanakan kegiatan tatap muka.

Sampai saat ini, pasca edaran surat dari Bupati untuk SMA dan SMK kelas 1 dan 2 masih melaksanakan sekolah secara virtual, walaupun Minggu sebelumnya sempat melaksanakan KBM dengan secara offline, namun khusus untuk kelas 3 SMA maupun SMK tetap melaksanakan KBM secara  tatap muka dikarenakan menjelang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer.

“Kelas 3 SMA maupun SMK KBM secara offline karena akan melaksanakan unjian nasional berbasis komputer (UNBK) mas.  Oleh karena itu, sekolah tatap muka tetap dilaksanakan secara offline agar lebih fokus dengan ujiannya, menurutnya kalau online tidak akan maksimal UNBK,” Ujar Nahtim saat ditemui oleh wartawan Madurapers di ruangannya, Jum’at ,(26/02/2021)

BACA JUGA:  Sumur Migas Baru Meresahkan, Nelayan Tanjungbumi Akan Surati Menteri ESDM

Bahkan kasi yang akrab disapa Nahtim itu sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah di Bangkalan agar tidak melaksanakan KBM secara tatap muka, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri.

“Tapi, saya melihat di pondok- pondok pesantren di Bangkalan melaksanakan KBM 100% tatap muka dan swasta mayoritas melaksanakan sekolah offline. Kalau sekolah negeri tertib mengikuti aturan pemerintah bahkan diwajibkan agar tetap melaksanakan KBM secara virtual,”.

Menurutnya, instruksi dari pusat dan provinsi, KBM di pasrahkan kepada daerah masing-masing, bila kepala setempat dan wali siswa mengizinkan bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

Tinggalkan Balasan