Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid Korda Bangkalan Sukses Melaksanakan Triwulan Perdana Silaturahim Alumni 

Foto bersama alumni dan simpatisan dengan majlis pengasuh PP. Nurul Jadid Paiton, Gus Fahmi. (Sumber foto: M. Mohlis Yasin)

Bangkalan – Setelah sekian lama tertunda akibat pandemi serta aturan PPKM dari pemerintah, Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Korda Bangkalan atau yg akrab dikenal dengan Organisasi Alumni Santri dan Simpatisan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo Kabupaten Bangkalan gelar acara  perdana dalam bingkai silaturrahim, tahli,l dan istigasah pada Minggu (5/12/21).

Acara tersebut diadakan di Kecamatan Sepuluh dan dihadiri hampir seluruh alumni, santri, dan simpatisan PP. Nurul Jadid Paiton se-Kabupaten Bangkalan. Acara tersebut menghadirkan salah satu anggota majelis pengasuh PP. Nurul Jadid Paiton, yakni Kh. Fahmi Abdul Haq Zaini, atau lebih akrab dipanggil Gus Fahmi.

Gus Fahmi berkenan hadir bahkan memimpin istigasah serta memberikan tausiyah kepada segenap alumni dan simpatisan santri PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo Kab. Bangkalan.

Dalam ceramahnya, Gus Fahmi mengharuskan alumni dan simpatisan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo menjadi perwakilan dakwah pesantren serta solusi permasalahan di masyarakat.

“Kepada organisasi alumni santri semacam P4NJ ini harus menjadi perwakilan dakwah pesantren di masyarakat, bahkan mampu jadi solusi kepada sesama alumni melalui potensi yg ada dan jejaring antar alumni yang ada di masyarakat.”

BACA JUGA:  LsPD Soroti Rangkap Jabatan oleh Komisaris dan Direksi BUMD PT Sumber Daya

Dikonfirmasi secara terpisah, salah satu panitia lokal atau sekretaris Korcam Sepulu, M. Mohlis Yasin merasa bersyukur atas lancarnya acara tersebut, juga kekhidmatan dan kekompakan rekan-rekan alumni PP. Nurul Jadid Kabupaten Bangkalan.

“Saya bersyukur acara ini (silaturahim santri, alumni, dan simpatisan PP. Nurul Jadi, Red) berjalan dengan lancar. Selain itu, rekan-rekan kami bisa hadir semua ke Kec. Sepuluh meskipun mereka dari kecamatan sangat jauh seperti Galis, Blega, Kwanyar, Bangkalan”, kata M. Mohlis Yasin, Korcam Sepuluh.

“Semoga hal seperti ini akan terus terjaga sebagai bentuk khidmad pada pesantren dan masyarakat”, Tutupnya.

Tinggalkan Balasan