Hikmah  

Perihal Doa dan Klasifikasinya yang Perlu Diketahui

Madurapers
Ilustrasi orang Islam lagi berdoa kepada Allah S.W.T (Dok. Modifikasi Madurapers dari media online, 2021).

Allah S.W.T., juga berfirman: “Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan mati-ku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (Q.S. al-An’aam: 162-163)

Doa masalah adalah doa untuk memohon sesuatu yang bermanfaat. Doa yang memberi manfaat bagi pemohon atau terhindar dari bahaya atau meminta beberapa keperluan.

Klafisikasi doa ini: pertama, permohonan ini terjadi dari seorang hamba kepada hamba yang lain, yang masih hidup, mampu, dan ada dihadapannya maka tidak termasuk kemusyrikan. Seperti meminta tolong kepada orang lain untuk mengambilkan air minum dan makanan.

Kedua, berdoa kepada makhluk dan meminta darinya sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh selain Allah S.W.T., maka hal ini menjadikan orang tersebut musyrik dan kafir.

Allah S.W.T., berfirman: “Katakanlah, “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah-pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.” (Q.S. Saba’: 22)

Allah S.W.T., selanjutnya berfirman: “Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu?” Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. Saba’: 23)