Potret Pembangunan Manusia di Jawa Timur 2021

Salah satu pasar tradisional di kota Surabaya, Jawa Timur

Surabaya – Pembangunan manusia (human development) di Provinsi Jawa Timur tahun 2021 masuk kategori tinggi. Klasifikasi ini berdasarkan pada nilai skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2021 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur 15 November 2021, Selasa (25/1/2022).

Menurut data tersebut nilai skor IPM Jawa Timur tahun 2021 sebesar 72,17. Dibandingkan dengan tahun 2020 capaian IPM 2021 meningkat sebesar 0,43 poin. Menurut data BPS RI, capaian IPM Jawa Timur tahun 2020 berada di peringkat 15 dari 34 provinsi di Indonesia.

Peningkatan IPM ini terjadi di semua dimensi IPM, yakni: (1) umur panjang dan hidup sehat (kesehatan), (2) pengetahuan (pendidikan), dan (3) standar hidup layak (ekonomi).

Nilai skor umur panjang dan hidup sehat, yang diukur dari dimensi Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH), tahun 2021 mencapai 71,38 tahun. Dibandingkan dengan tahun 2020 (71,30 tahun) UHH 2021 mengalami peningkatan sebesar 0,08 poin.

Nilai skor pengetahuan tahun 2021: Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,36 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 7,88 tahun. Dibandingkan dengan tahun 2020, HLS 2021 meningkat sebesar 0,17 poin dan RLS 2021 meningkat sebesar 0,10 poin.

BACA JUGA:  Pemda Diamanahkan Kemendagri Berperan Aktif Tingkatkan Implementasi SPM di Daerah

Nilai skor Standar Hidup Layak, yang diukur dengan Pengeluaran Riil per Kapita (yang disesuaikan) tahun 2021 mencapai Rp11,7 juta per tahun. Dibandingkan dengan tahun 2020 (11,6 juta per tahun), Pengeluaran Riil per Kapita ini mengalami peningkatan sebesar Rp106,0 ribu per tahun.

Berdasarkan informasi tersebut, capaian IPM Jawa Timur tahun 2021 mengalami peningkatan positif. IPMnya dibandingkan dengan tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,60 persen.

Dibandingkan dengan tahun 2020, UHH Jawa Timur 2021 meningkat sebesar 0,11 persen, HLS dan RLS meningkat sebesar 1,29 persen, dan Pengeluaran Riil per Kapita meningkat sebesar 0,91 persen.

Meski data tersebut menunjukkan peningkatan, tapi terjadi dalam kelompok yang sama, yakni kategori tinggi. Sehingga ketegori IPMnya masih konstan berada di level tinggi.

Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia (IPM) tersebut ke kategori sangat tinggi, ke depan semua kalangan terkait kebijakan pembangunan harus mampu menaikkan skor IPMnya minimal 7,86 poin atau 10,90 persen dari nilai skor IPM tahun 2021.

Tinggalkan Balasan