“Seperti kebutuhan untuk memeriksa, memberikan obat, dan memberikan makan kepada pasien, sehingga meminimalisir tenaga kesehatan terpapar COVID-19,” paparnya.
Erwin menambahkan, salah satu kemampuan dari robot ini, yakni dapat berkomunikasi dengan pasien. Selain itu, robot ini, menurut Erwin juga cukup komunikatif dalam menerima keluhan dan kebutuhan daripada pasien di ruangan.
“Diharapkan ke depan akan ada pengembangan fungsi dari robot ini, sehingga lebih komplek dan dikembangkan pada semua RS Bhayangkara di Jatim,” tuturnya.
Sejatinya pembuatan robot ini, sudah digagas pada awal pandemi COVID-19. Namun, biaya yang diperlukan tidak sedikit, sehingga baru terwujud berkat support dana dari BNI.
Pengerjaan robot Ronaldo ini dibantu oleh Tim Politeknik ITS dan disesuaikan ide-ide dari RS Bhayangkara.
